Ekonomi & UMKM

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Mahasiswa KKN UMM Gelar Sosialisasi Manajemen Usaha, Inovasi Kemasan, dan Sertifikasi Halal di Desa Pringgodani

Humas Desa Pringgodani

Admin Desa

24 Agu 2026
5 Menit Baca
Tingkatkan Daya Saing UMKM, Mahasiswa KKN UMM Gelar Sosialisasi Manajemen Usaha, Inovasi Kemasan, dan Sertifikasi Halal di Desa Pringgodani
Tingkatkan Daya Saing UMKM, Mahasiswa KKN UMM Gelar Sosialisasi Manajemen Usaha, Inovasi Kemasan, dan Sertifikasi Halal di Desa Pringgodani

Upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM

Pringgodani, Bantur – Upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan di Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan mengenai manajemen usaha, inovasi kemasan, serta sertifikasi halal yang melibatkan sejumlah pelaku UMKM di Desa Pringgodani. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, pukul 15.00–17.00 WIB, bertempat di kediaman Hj. Indahyani selaku Ketua TP PKK Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memberikan pendampingan dan pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku UMKM di lingkungan Desa Pringgodani.

Diawali dengan Survei Pelaku UMKM

Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, mahasiswa KKN UMM terlebih dahulu melakukan survei dan pendataan terhadap pelaku UMKM di Desa Pringgodani. Survei tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi, jenis usaha, kebutuhan, serta berbagai permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Hasil pendataan menunjukkan bahwa Desa Pringgodani memiliki potensi UMKM yang cukup beragam. Salah satunya adalah Warung Cahaya, yang menjadi kelompok yang menaungi berbagai kegiatan usaha masyarakat. Di dalamnya terdapat pelaku usaha yang bergerak di bidang kerajinan, seperti kerajinan anting dan berbagai produk anyaman, serta pelaku usaha makanan ringan dengan beragam produk olahan dan camilan kemasan.Beberapa produk makanan yang ditemukan dalam pendataan tersebut di antaranya stick ubi ungu, jagung marning, onde-onde, serta berbagai produk camilan lainnya. Selain itu, terdapat pula sejumlah pelaku UMKM lain yang menjalankan usaha secara mandiri di lingkungan Desa Pringgodani. Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa Desa Pringgodani memiliki potensi ekonomi masyarakat yang dapat terus dikembangkan. Namun, berdasarkan hasil pengamatan dan pendataan, pengembangan usaha masih memerlukan penguatan, khususnya dalam aspek pengelolaan usaha, tampilan dan identitas produk, strategi pemasaran, serta pemahaman mengenai legalitas dan sertifikasi halal. Atas dasar hasil survei tersebut, mahasiswa KKN UMM kemudian merancang kegiatan sosialisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku UMKM. Para pelaku usaha yang telah terdata kemudian diundang untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan.

Bekali Pelaku UMKM dengan Pengetahuan Pengembangan Usaha

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada Selasa sore tersebut membahas tiga aspek utama, yaitu manajemen usaha, inovasi kemasan, dan sertifikasi halal. Pada materi manajemen usaha, para pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan usaha yang lebih terstruktur. Manajemen usaha menjadi salah satu aspek penting karena keberlangsungan sebuah UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola kegiatan produksi, pencatatan usaha, pemasaran, hingga pengembangan produk. Selanjutnya, aspek inovasi kemasan menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas dan daya tarik suatu produk. Melalui kemasan yang lebih informatif, menarik, dan sesuai dengan karakter produk, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas. Sementara itu, materi mengenai sertifikasi halal diberikan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya aspek kehalalan produk. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan produk mereka agar memiliki kelengkapan yang mendukung kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasaran. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk mengetahui berbagai hal yang dapat dilakukan dalam mengembangkan usaha mereka berdasarkan kondisi masing-masing.

Bekali Pelaku UMKM dengan Pengetahuan Pengembangan Usaha

Pendampingan Dilanjutkan dari Rumah ke Rumah

Setelah kegiatan sosialisasi selesai dilaksanakan, mahasiswa KKN UMM tidak berhenti pada pemberian materi. Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan secara langsung ke rumah-rumah pelaku UMKM yang telah didata sebelumnya. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu pelaku usaha menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama kegiatan sosialisasi. Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan berkaitan dengan inovasi kemasan produk, sehingga produk UMKM diharapkan memiliki tampilan yang lebih menarik dan mampu menunjukkan identitas usaha secara lebih jelas. Selain kemasan, mahasiswa KKN UMM juga memberikan pendampingan dalam aspek manajemen usaha sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan secara langsung agar pelaku usaha dapat berdiskusi mengenai kondisi usaha yang mereka jalankan serta memperoleh masukan yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pendampingan juga mencakup pembuatan banner atau media identitas usaha bagi pelaku UMKM. Media tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan usaha dan produk kepada masyarakat sekaligus meningkatkan keberadaan dan identitas usaha di lingkungan sekitar.

Dorong UMKM Desa Pringgodani Lebih Berdaya Saing

Rangkaian kegiatan survei, sosialisasi, dan pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMM dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Pringgodani. Dengan adanya pendampingan yang dilakukan secara bertahap, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Penguatan manajemen, inovasi kemasan, identitas usaha, serta pemahaman mengenai sertifikasi halal diharapkan dapat menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas dan daya saing produk UMKM Desa Pringgodani. Hingga saat ini, kegiatan pendampingan masih terus berlangsung. Mahasiswa KKN UMM masih melakukan kunjungan dan pendampingan kepada sejumlah pelaku UMKM untuk membantu menindaklanjuti kebutuhan yang telah ditemukan melalui survei dan kegiatan sosialisasi. Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut, diharapkan potensi UMKM Desa Pringgodani dapat semakin berkembang, memiliki identitas produk yang lebih kuat, serta mampu meningkatkan daya saing sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat desa.

Sumber Resmi Pemerintah Desa Pringgodani

Kabar, regulasi kebijakan, dan layanan administrasi kependudukan resmi.

pringgodani-malangkab.desa.id
Bagikan Berita:

Berita Terkait

Lihat Semua Berita